Bawang putih (Allium sativum) merupakan
rempah rempah yang menyehatkan dan salah satu tanaman tertua yang di budidayakan dari
daerah Asia Tengah. Kegunaannya bermacam-macam dari sebagai rempah, makanan
maupun obat-obatan sejak 4000 tahun yang lalu. Dalam pengobatan Mesir Kuno
“Codex Ebers” 1500 SM, terdapat 22 resep obat yang mengandung bawang putih
untuk berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, sakit kepala, gigitan
serangga, penyakit cacing maupun tumor. Pada
resep pengobatan India (Ayurveda) dan Cina Kuno, banyak mempergunakan bawang
putih. Pada dasarnya untuk
meningkatkan ketahanan tubuh (imunitas), demam dan flu, antiseptik dan penyakit pencernaan. Serta
dalam pertandingan Olimpiade pertama di Yunani, para atlit disarankan untuk
mengunyah bawang putih sebagai stimulansia. Serdadu Romawi di haruskan untuk
mengoles kakinya dengan bawang putih sebagai antiseptik , antibiotik dan
antimikroba.
Belakangan ini penelitian yang mendalam tentang manfaat
bawang putih sebagai obat dilakukan di banyak negara. Berbagai bentuk preparat
bawang putih dipergunakan dalam pengobatan penyakit kardiovaskuler; seperti
stroke, trombosis koroner, arterosklerosis, agregasi (penggumpalan) darah, anti tumor dan
kanker. Kemanjuran dan efek farmakologis dari bawang putih dari hasil-hasil
penelitian yang mendalam dan luas tersebut adalah disebabkan oleh senyawa aktif
“Allicin” dan senyawa-senyawa lainnya yang mengandung senyawa sulfur organik
(organo sulphur compunds).